Showing posts with label profesionalisme. Show all posts
Showing posts with label profesionalisme. Show all posts

Friday, November 23, 2012

Berpikir kreatif: thinking out of the box!

Bingung juga nih sebenarnya. Ide, waktu dibutuhkan sepertinya menghilang begitu saja. Namun di saat sedang tidak terlalu berkonsentrasi, muncul ide-ide dengan sendirinya. Wah, gimana nih? Kok jadi kekurangan ide gini ya?

Padahal ide itu sangat penting lho. Bahkan bisa dijual sebagai bisnis yang menghasilkan uang. Industri kreatif misalnya, seperti pembuatan iklan, pembuatan desain grafis, semuanya berawal dari sebuah ide kreatif. Ya, kreatif. Itu menjadi salah satu kunci dalam mendapatkan ide-ide tersebut. Kalau akal sudah tidak pernah dibiasakan untuk menggali ide-ide kreatif tersebut, maka akal akan sangat kesulitan saat dituntut untuk mengerahkan potensi yang dimilikinya. Ibarat sebilah pisau, akal haruslah diasah untuk mempertajam kemampuannya. Minimal dengan cara membiasakan berpikir kritis, atau lebih lanjutnya membiasakan thinking out of the box. Memikirkan sesuatu, dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin bagi yang belum terbiasa, akan sedikit aneh rasanya. Namun biasakan saja, maka akal akan terbiasa dan semakin kreatif dalam memunculkan ide-idenya.

Sekali lagi, biasakan akal untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Temukan kreatifitas dari apa yang dapat ditemukan dari sudut pandang tersebut. Jangan pernah kaubiarkan pikiranmu hampa, tidak terisi oleh aktivitas berpikir yang berujung pada kebuntuan pikiran. Berlatih, berlatih, dan membiasakan. Itulah kunci menuju profesionalisme.

Make your ideas valuable, don’t waste your ability!

Friday, October 15, 2010

Saturday, August 14, 2010

Niat: sebuah motivasi untuk terciptanya profesionalisme

amal itu dengan niatnya
Seseorang dapat melakukan sesuatu karena adanya motivasi yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu itu. Adakalanya kita merasakan ketidakmampuan untuk melakukan suatu hal, padahal kita belum mencobanya. Hal inilah yang kemudian menyebabkan munculnya sikap pesimis terhadap sesuatu yang sebenarnya sangat mungkin dilakukan. Sikap pesimis tersebut muncul karena hilangnya motivasi dari diri seseorang sehingga dia merasa tidak mampu, bahkan merasa mustahil melakukan sesuatu yang sebenarnya dia mampu melakukannya.