Wednesday, February 13, 2013

Pagi: waktu yang penuh nilai

 

Semangat pagi!

Apa yang terbayang saat mendengar kata pagi? Tentu saja waktu yang penuh dengan semangat. Waktu di mana badan dan pikiran menjadi segar kembali setelah beristirahat. Waktu yang tepat untuk memulai berbagai aktivitas. Waktu di mana energi terkumpul kembali setelah melepas lelah. Waktu di mana pikiran dan jiwa berada dalam kondisi optimal untuk memulai aktivitas yang baru. Waktu yang sangat potensial untuk memulai kegiatan yang bermanfaat.

Kadang kita terlena, menyia-nyiakan waktu pagi yang telah didapat dengan kegiatan yang paling tidak produktif, yaitu tidur kembali. Tidur pagi adalah kegiatan mengisi waktu pagi yang paling tidak produktif. Adakalanya tidur pagi ini dibangun oleh mindset bahwa waktu tidur malam yang diperoleh masih kurang. Padahal parameter bagus tidaknya istirahat bukan dilihat dari masalah berapa lama kita beristirahat, namun seberapa kualitas tidur malam yang kita peroleh. Jika kita dapat merasakan nyenyak dan bermimpi indah pada saat tidur malam, kemudian kita terbangun saat terdengar adzan Shubuh yang dikumandangkan dari masjid, itu menunjukkan bahwa tidur malam yang kita lalui memiliki kualitas yang baik. Namun jika kita hanya berguling-guling ke sana kemari, gelisah, tanpa bisa merasakan nyenyaknya tidur malam, maka itu pertanda bahwa tidur yang dilalui tidak berkualitas.

Sekarang, mari kita cegah hilangnya waktu pagi yang penuh dengan semangat dan energi dengan mengubah pola hidup kita menjadi lebih baik. Jangan begadang atau menyia-nyiakan waktu malam yang memang didesain untuk beristirahat. Optimalkan waktu malam untuk beristirahat. Jangan memaksakan diri untuk berjaga dan mengambil jatah tidur malam demi menyelesaikan pekerjaan yang belum selesai. Lebih baik jika tidur malam lebih awal dan selanjutnya bangun lebih awal jika ada pekerjaan yang belum diselesaikan, karena dengan begitu pikiran menjadi lebih fresh dan beban rasa letih di siang hari sudah terlepaskan oleh tidur sejenak yang telah dilalui.

Jadi, mulai sekarang jangan biarkan waktu pagi yang kita miliki hilang tanpa arti. Saatnya mengisi pagi dengan kegiatan yang berkualitas, kegiatan yang bermutu dan memberikan manfaat. Belajar, menghafal, mengulang hafalan, berolahraga. Apapun itu, mulailah dengan penuh semangat untuk mengisi waktu pagi untuk menjadikan waktu tersebut menjadi penuh manfaat.

Memang untuk memulai dan menjalani sebuah perubahan, dari kemalasan menuju semangat beraktivitas adalah sesuatu yang cukup berat. Paksakan diri dengan niat yang kuat dan tekad untuk berubah dengan penuh semangat. Rasakan segarnya udara pagi yang berhembus, menyegarkan pernapasan kita. Rasakan kesegaran pagi yang belum tercemar oleh polusi. Rasakan kekuatan dan kesegaran otot-otot tubuh serta keterbukaan pikiran untuk memulai hal-hal baru di pagi hari. Jangan biarkan rasa malas dan kecenderungan untuk menunda-nunda pekerjaan menghilangkan nilai waktu pagi yang kita miliki. Saatnya memulai aktivitas, ditemani dengan secangkir kopi susu untuk menambah semangat.

Selamat beraktivitas, kawan…

Friday, November 23, 2012

Berpikir kreatif: thinking out of the box!

Bingung juga nih sebenarnya. Ide, waktu dibutuhkan sepertinya menghilang begitu saja. Namun di saat sedang tidak terlalu berkonsentrasi, muncul ide-ide dengan sendirinya. Wah, gimana nih? Kok jadi kekurangan ide gini ya?

Padahal ide itu sangat penting lho. Bahkan bisa dijual sebagai bisnis yang menghasilkan uang. Industri kreatif misalnya, seperti pembuatan iklan, pembuatan desain grafis, semuanya berawal dari sebuah ide kreatif. Ya, kreatif. Itu menjadi salah satu kunci dalam mendapatkan ide-ide tersebut. Kalau akal sudah tidak pernah dibiasakan untuk menggali ide-ide kreatif tersebut, maka akal akan sangat kesulitan saat dituntut untuk mengerahkan potensi yang dimilikinya. Ibarat sebilah pisau, akal haruslah diasah untuk mempertajam kemampuannya. Minimal dengan cara membiasakan berpikir kritis, atau lebih lanjutnya membiasakan thinking out of the box. Memikirkan sesuatu, dari sudut pandang yang berbeda. Mungkin bagi yang belum terbiasa, akan sedikit aneh rasanya. Namun biasakan saja, maka akal akan terbiasa dan semakin kreatif dalam memunculkan ide-idenya.

Sekali lagi, biasakan akal untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda. Temukan kreatifitas dari apa yang dapat ditemukan dari sudut pandang tersebut. Jangan pernah kaubiarkan pikiranmu hampa, tidak terisi oleh aktivitas berpikir yang berujung pada kebuntuan pikiran. Berlatih, berlatih, dan membiasakan. Itulah kunci menuju profesionalisme.

Make your ideas valuable, don’t waste your ability!

Friday, October 26, 2012

Di balik itu ada sebuah hikmah

Sebuah renungan...

Ragu-ragu dalam mengambil keputusan. Itulah hikmah yang dapat kuambil dari kejadian ini. Ya, memang selama ini aku seringkali ragu untuk bertindak. Keraguan itu seringkali muncul di kala aku harus mengambil keputusan dengan cepat. Aku terlalu banyak pertimbangan, pemikiran. Ya, yang jelas aku masih saja bimbang dan terlalu lama dalam mengambil keputusan.

Suatu hal yang sangat penting dan menjadi sebuah prinsip dalam hidup merupakan pedoman yang penting untuk dihayati dan diterapkan. Tak mudah memang untuk mencapainya, tapi aku yakin aku bisa melakukannya. Untuk masa depan yang lebih baik, aku harus bisa mengelola emosi secara stabil dan cepat serta tangkas dalam pengambilan keputusan. Berpikir dalam waktu yang singkat dan bertindak untuk mengambil keputusan secara cepat dan tepat.

Ya Alloh, luruskanlah langkah hamba saat hamba berkelok dari jalan lurus petunjuk-Mu. Ampuni dan tunjukkan hamba-Mu yang tak tahu arah ini pada jalan untuk menggapai ampunan-Mu dan ridho-Mu. Bimbinglah hamba-Mu untuk selalu berada dalam jalan yang Engkau ridhoi.

Aamiin, yaa robbal 'aalamiin

Jumat, 26 Okt 2012

@masjid swakarya

Sunday, October 14, 2012

Ilmu: niatkan untuk gapai ridho Allah

Diawali dengan membaca basmalah, kumulai segala aktivitas pada hari kedua Ramadhan ini. Mudah-mudahan Allah memberkahi apa yang aku lakukan.
Berbuat baik adalah hal yang sangat mudah dilakukan. Namun di balik kemudahan tersebut ada satu hal yang sangat berat, yaitu bagaimana kita menjaga keikhlasan dan menetapkan niat untuk mencari ridho Allah semata. Adakalanya godaan-godaan muncul tatkala kita sedang melakukan suatu kebaikan yang menyebabkan terjadinya pergeseran niat. Pada awalnya kita hanya mengharap ridho Allah, kemudian karena adanya godaan-godaan baik dari setan maupun hawa nafsu niatan berubah menjadi untuk tujuan lain yang boleh jadi sama sekali tidak diridhoi Allah atau bahkan dimurkai.
Ini semua dapat terjadi pada berbagai macam kebaikan termasuk menuntut ilmu (thalabul ilmi). Menuntut ilmu dengan ikhlas mengharap ridho Allah semata adalah sebuah kebaikan yang sangat mulia dan sangat bernilai. Bahkan menuntut ilmu jauh lebih utama dibandingkan ibadah yang tanpa didasari oleh ilmu. Setan lebih takut pada tidurnya seorang yang berilmu daripada ibadahnya orang jahil yang tak berilmu. Orang jahil tak berilmu mudah ditipu oleh setan, sehingga mudah sekali terjerumus pada godaan-godaan setan.
Keutamaan orang yang berilmu tersebut dapat berbalik 180 derajat ketika ilmu yang dimilikinya tidak berlandaskan niat untuk mencari ridho Allah. Orang yang demikian itu dapat menggunakan ilmu yang dia miliki untuk kepentingan hawa nafsunya. Dia bisa saja membalikkan kebenaran yang benar di sisi Allah menjadi salah menurut pandangannya atau sebaliknya. Dia dapat pula merekayasa hukum Allah agar sesuai dengan keinginan hawa nafsunya. Alangkah berbahaya suatu ilmu yang tidak didasari oleh tujuan menggapai ridho Allah semata. Semoga Allah melindungi kita semua dari ilmu yang tidak untuk mencari ridho Allah.
Mari senantiasa kita berbenah diri. Sudah benarkah niat kita dalam segala perbuatan yang kita lakukan? Apakah ilmu yang kita miliki sudah diniatkan untuk mencari ridho Allah atau untuk kepentingan lain?
Semoga Allah senantiasa membimbing kita pada jalan-Nya yang lurus. Amin.

Mengapa?

Entah mengapa, akhir-akhir ini sikapku berubah seperti itu. Adakalanya aku membuat jengkel orang lain tanpa aku sadari. Entah karena aku melakukan kegiatan lain yang tidak sepertinya tidak berguna. Akhirnya orang berubah menjadi kesal padaku. Memang itu adalah sebuah peringatan bagiku untuk memperbaiki sikapku selama ini. Aku harus mengasah perasaanku dan melatih diriku untuk berempati pada orang lain. Mungkin selama ini aku terlalu cuek dan memikirkan kesenangan pribadiku. Ya, aku sadar itu adalah salah satu hal yang sulit bagiku untuk mengubahnya. Menaruh empati pada orang lain merupakan salah satu hal yang paling sulit untuk aku lakukan. Dibandingkan dengan mempelajari rumus-rumus dasar matematika, sepertinya ini menjadi satu hal yang sulit untuk kuterapkan. Padahal untuk melatih diri berempati, hanya butuh satu usaha saja. Pembiasaan. Tanpa perlu memahami teori yang terlalu berbelit-belit dan tanpa harus menghafal rumus yang kompleks. Hanya perlu satu hal: tanyakan pada hati nuranimu, apakah itu layak atau tidak.
Memang untuk menjalin suatu hubungan sosial di tengah sifatku yang terlalu egois ini menjadi suatu hal yang terasa sangat berat. Aku hanya memikirkan apa yang menjadi keinginan pribadiku saja, tanpa peduli dengan apa yang dirasakan orang lain. Agaknya ini sangat mengganggu. Perlu latihan dan pembiasaan untuk dapat mengubah diriku menjadi sosok lain yang mudah berempati.
Tak semudah mengatakannya. Menjalani perubahan itu lebih sulit dan aku harus bertahan, serta mencoba dan mencoba lagi. Terasa aneh pada awalnya, namun nyaman setelah terbiasa. Itulah proses untuk berubah. Semoga aku bisa melakukannya.
Yogyakarta,
Ahad, 14 Oktober 2012
Alif Mubarak Ahmad




Thursday, February 2, 2012

Ide: modal untuk menulis

Menulis tentang apa, ya?
Mungkin pertanyaan seperti itu sering muncul di benak kita, saat kita berniat untuk menulis. Sebenarnya banyak sumber ide yang bisa dijadikan untuk bahan penulisan. Mulai pengetahuan praktis tentang suatu hal, curahan isi hati, pengalaman pribadi atau orang lain, review materi yang tadi disampaikan dalam pengajian atau dalam kuliah, dan masih banyak lagi. Memang tidak mudah pada awalnya, namun saat sudah terbiasa, maka sedikit demi sedikit menulis akan menjadi mudah. Ide yang bisa ditulis, langsung saja ditulis, jangan ditunda-tunda. Siapa tahu ide-ide brilian yang kita tuliskan bisa mengawali perubahan dunia.

Wednesday, February 1, 2012

Don’t be hopeless!

When I realize that I am not such a perfect human being, I lost my confidence. I am lacking many things. There are many things I hope to realize but in fact they never come true. I know that as a human that not perfect option to hide beyond the truth. Maybe it's difficult for me to admit those. All I do is just hiding them from the sight, so people never find my weakness. I know that whatever I do to keep my weakness out of sight, it will be found sooner or later.